Showing posts with label Tanaman Kacang Tanah. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Kacang Tanah. Show all posts

Mencermati Pertumbuhan Kacang Tanah

pertumbuhan kacang tanah
Budidaya kacang tanah banyak digeluti petani sebab permintaan terhadap komoditas tani yang satu ini memang cenderung stabil. Kacang tanah, menurut data yang valid, menempati urutan ketiga dalam hirearki konsumsi polong-polongan di Indonesia setelah kacang kedelai dan kacang hijau. Kacang tanah digolongkan ke dalam tanaman leguminosae yang cukup penting khususnya di Indonesia terutama dalam konteks pertanian. Kacang tanah memiliki beberapa keunggulan yang menguntungkan para petani. Hal tersebut antara lain pertumbuhan kacang tanah lebih tahan terhadap kelangkaan air atau kekeringan, ancaman baik itu hama maupun penyakit yang relatif lebih sedikit, panen yang lebih cepat yakni 55 sampai 60 hari, cara tanam serta pengelolaan yang cukup sederhana, perlakuan pasca panen yang lebih mudah, angka kegagalan dalam panen total yang lebih sedikit serta harga jual tinggi serta lebih stabil di pasaran. Kesemua faktor ini menjadikan budidaya kacang tanah jauh lebih menguntungkan.

Klasifikasi Kacang Tanah

klasifikasi kacang tanah
Kacang tanah atau yang dikenal dengan nama latin Arachis hypogaea L. dan dikenal dengan istilah peanut di Inggris, merupakan tumbuhan yang dimasukkan dalam daftar kekerabatan polong-polongan atau Fabaceae. Kacang tanah pada permulaannya ditanam secara luas oleh suku Indian. Namun pada perkembangannya, kini, kacang tanah telah dibudidayakan hampir di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Tetapi secara statistik jumlah, pemasok kacang tanah terbesar saat ini adalah Brasil. Kacang tanah memiliki rasa serta aroma yang khas, karena itu tak heran jika banyak yang menggemarinya. Dalam ilmu tumbuh-tumbuhan, klasifikasi kacang tanah cukup kompleks. Meski secara awam kita menandai kacang tanah tak lebih dari satu jenis, namun pada faktanya, kacang dengan cangkang unik ini dibagi lagi ke dalam beberapa varian.